Halaman

Senin, 21 Januari 2013

PENGARUH TEKNIK PENGAIRAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.)


I.    PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Cabai merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura  penting yang bernilai ekonomis tinggi dan cocok untuk dikembangkan pada area lahan kering di daerah tropika seperti di Indonesia. Cabai sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga juga banyak dipergunakan untuk ekspor dalam bentuk kering, saus, tepung dan lainnya.

Cabai memiliki berbagai manfaat karena dapat dikonsumsi dalam bentuk buah segar, kering maupun dalam bentuk olahan jadi. Cabai telah menjadi bagian penting dalam resep masakan karena kaya akan vitamin C, A, dan B, potasium, fosfor dan kalsium dan kandungan kimianya merupakan bagian penting dalam obat-obatan, pewarna makanan, dan kosmetika (Taychasinpitak dan Taywiya, 2003).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara bahwa Produksi cabai Sulawesi Tenggara pada tahun  2010 sebesar 7.817 ton dengan  luasan  lahan 1.959 ha atau mengalami peningkatan sebesar 3054 ton atau sekitar 39,07% dibanding produksi pada tahun  2009. Pada tahun 2011 walaupun luas lahan meningkat tetapi terjadi penurunan produksi sekitar 41,2 % (BPS, 2011). 

Menurunnya produksi cabai disebabkan oleh beberapa hal, satu diantaranya adalah ketersedian air dalam tanahyang tidak memenuhi kebutuhan air tanaman selama pertumbuhan sampai menjelang panen. Sulawesi Tenggara termasuk salah satu daerah yang memiliki curah hujan rendah dan  evaporasi yang tinggi terutama pada musim kemarau. Selain itu, umumnya pertanian lahan kering tidak ditunjang dengan sistem dan sarana irigasi. Pada kondisi seperti ini tanaman mengalami cekaman air baik dalam periode singkat maupun dalam jangka yang lama yang berakibat pada penurunan produksi. 

Pemanfaatan lahan kering sebagai areal pertanaman harus dibarengi dengan teknik pengairan dan pemberian jumlah air yang tepat agar air yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan produksi tanaman cabai dapat terpenuhi. Bahrun (2006)  menyatakan bahwa untuk dapat memperbaiki pertumbuhan dan meningkatkan produksi tanaman secara maksimal, dibutuhkan ketersediaan air yang cukup. Kekurangan air sangat berpengaruh, baik secara langsung maupun secara tidak langsung terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai karena air sangat berperan dalam proses fisiologis tanaman. 

Cekaman kekeringan dapat menyebabkan pertumbuhan akar terganggu sehingga ukurannya lebih pendek dan jumlahnya lebih sedikit mengakibatkan berkurangnya kemampuan akar dalam menyerap air dan unsur hara (Rahardjo dan Darwati, 2000). Selain itu cekaman kekeringan pada fase vegetatif menyebabkan penurunan luas daun dan jumlah daun tanaman serta dapat menghambat aktivitas fotosintesis yang menyebabkan penurunan akumulasi biomassa sehingga produksi tanaman berkurang, dapat menurunkan tekanan osmotik daun, mengurangi areal transpirasi melalui daun dan mengurangi luas permukaan stomata yang terbuka sehingga mulut daun menjadi sempit (Bahrun et aI., 2002). Sebaliknya kelebihan air akan membatasi pergerakan udara di dalam tanah dan menghambat akar tanaman memperoleh oksigen. Dengan kondisi ini maka perlu dilakukan upaya pemberian air sesuai, untuk mencukupi ketersediaan air tanah dalam memenuhi besarnya pemakain air tanaman dalam satu kali produksi.

Hasil penelitian sebelumnya pada kondisi rumah plastik menunjukan bahwa pengaturan volume pengairan dengan separuh daerah akar dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa ada kehilangan hasil yang signifikan pada tanaman cabai merah (Zakaria, 2008), dengan volume 2 L m-2 memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Teknik pengairan separuh daerah akar untuk tanaman cabai pada kondisi lapang belum ada yang melakukan.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka dipandang perlu dilakukan penelitian pada kondisi lapang tentang Pengaruh Teknik Pengairan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum annuum L).

B.    Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :
  1. Apakah ada pengaruh teknik pengairan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai ?
  2. Teknik pengairan mana yang akan memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai ?
C.    Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari penelitian ini adalah :
  1. Untuk mengetahui pengaruh teknik pengairan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai.
  2. Untuk mengetahui teknik pengairan yang memberikan hasil produksi terbaiak pada tanaman cabai.
Kegunaan dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi petani dalam upaya meningkatkan produksi cabai serta  menjadi bahan  pembanding untuk peneliti selanjutnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar